28/09/2020
Materi PJJ Bahasa Indonesia _ Kelas IXC s.d. IXF _ Senin, 28-9-2020
Assalamualaikum Wr. Wb.
Anak-anak, Kelas IXC s.d. IXF, silakan baca materi di bawah ini!
1. Tuliskan pokok-pokok isinya!
2. Semua hasil pekerjaan disertai dengan identitas ditulis pada kolom/fitur komentar yang terdapat di bawah postingan materi PJJ.
3. Waktu PJJ: 07.30 - 10.00 WIB
Selamat mengerjakan tugas!
CARA MENULIS PIDATO PERSUASIF
Pidato yang bersifat persuasif biasanya bertujuan untuk meyakinkan audiensi agar mau melakukan sesuatu. Apakah Anda seorang aktivis lingkungan yang selalu kesulitan mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya? Atau apakah Anda seorang insan perfilman yang ingin mengajak para penikmat film menonton film Anda? Apa pun tujuan Anda, pidato persuasif adalah jawaban yang tepat. Menyusun pidato yang persuasif yang sukses memang tidak mudah, terutama karena ada banyak elemen yang perlu benar-benar Anda perhatikan. Namun, jangan khawatir! Berbekal latihan dan persiapan yang matang, menyusun pidato persuasif ternyata tidak sesulit yang Anda bayangkan.
Bagian 1 dari 3:1. Menyiapkan Materi Pidato
- Langkah ini terutama perlu dilakukan jika topik Anda tergolong topik yang kontroversial. Alangkah baiknya jika Anda bisa mengetahui seluruh argumentasi yang mengitari topik tersebut.[1] Argumentasi Anda juga akan terdengar lebih persuasif jika mampu merespons berbagai sudut pandang yang bertentangan.
- Luangkan waktu untuk membaca buku atau artikel terkait topik tersebut. Anda bisa mencarinya di perpustakaan atau internet; yang terpenting, pastikan Anda menggunakan sumber yang tepercaya, seperti artikel yang dikeluarkan oleh organisasi resmi atau informasi dari artikel jurnal.
- Sumber-sumber yang berorientasi pada opini, seperti editorial atau diskusi radio, bisa Anda manfaatkan untuk mempelajari pandangan orang lain terkait topik tersebut. Namun ingat, sumber-sumber tersebut bisa sangat bias karena berorientasi pada opini. Jangan menjadikannya sumber informasi utama Anda![2] Jika Anda memilih untuk -- atau terpaksa -- menggunakannya, pastikan Anda sudah membaca berbagai sudut pandang yang mengitari opini tersebut.
- 2. tujuan Anda. Sangat penting bagi Anda untuk memahami apa yang sesungguhnya ingin Anda capai dari pidato yang Anda sampaikan. Setelah memahaminya, Anda bisa mengarahkan isi pidato agar lebih sesuai dengan tujuan tersebut.[3]
- Jika topik Anda adalah daur ulang, pastikan Anda memiliki latar belakang pengetahuan yang mumpuni mengenai isu daur ulang. Pidato Anda perlu merefleksikan apa yang Anda harapkan dari para audiensi. Apakah Anda ingin mempersuasi audiensi untuk mendukung program daur ulang di kota Anda? Atau apakah Anda ingin meminta mereka memilah-milah sampah berdasarkan bahan materialnya? Keinginan yang berbeda akan menghasilkan pidato yang berbeda. Pastikan Anda sudah mengetahui tujuan Anda sebelum menyampaikan pesan kepada audiensi.
3. Kenali audiensi Anda. Selain itu, Anda juga perlu memahami sudut pandang dan pengetahuan mereka terhadap topik yang Anda angkat. Pengetahuan ini juga akan sangat memengaruhi isi pidato Anda nantinya.[4]- Untuk audiensi yang kurang memahami topik, Anda perlu menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan memaparkan lebih banyak latar belakang informasi. Metode tersebut tidak akan bisa Anda terapkan kepada audiensi yang sudah sangat memahami topik; mereka cenderung akan bosan jika Anda terlalu terfokus pada informasi-informasi yang bersifat mendasar.[5]
- Audiensi yang mendukung pandangan Anda akan lebih mudah didorong untuk melakukan aksi tertentu. Anda tidak perlu susah payah menanamkan kebenaran argumentasi Anda kepada mereka; yang terpenting, cukup sampaikan bahwa mereka perlu melakukan sesuatu. Sebaliknya, audiensi yang tidak mendukung pandangan Anda perlu lebih diyakinkan, bahkan untuk sekadar mempertimbangkan pandangan Anda.[6]
- Bayangkan Anda sedang ingin meyakinkan audiensi untuk mendukung program daur ulang di kota Anda. Jika mereka sudah mengerti pentingnya daur ulang, Anda hanya perlu meyakinkan mereka mengenai nilai-nilai spesifik dari program tersebut. Namun, jika mereka tidak peduli atau bahkan menentang kegiatan daur ulang, Anda perlu terlebih dahulu meyakinkan mereka bahwa daur ulang adalah upaya yang layak untuk dilakukan.
4. Pilih pendekatan persuasif yang tepat. Meski sangat tergantung pada topik dan audiensi Anda, secara umum ada beberapa pendekatan yang bisa Anda gunakan untuk meyakinkan orang lain. Sejak era Yunani kuno, pembicara telah bergantung kepada tiga pendekatan persuasif utama di bawah ini:- Etos. Pendekatan ini menyasar etika atau moral audiensi.[7] Misalnya, “Daur ulang adalah langkah yang tepat untuk dilakukan. Dengan membuang-buang sumber daya yang terbatas, kita sama saja sedang melakukan tindakan amoral yaitu merampok masa depan para generasi penerus”.
- Patos. Pendekatan ini menyasar emosi audiensi.[8] Misalnya, “Coba pikirkan berapa banyak hewan-hewan di luar sana yang kehilangan rumahnya setiap hari karena pohon-pohon selalu ditebang. Dengan menerapkan program daur ulang, kita bisa menyelamatkan hutan indah yang menjadi rumah mereka”.
- Logos. Pendekatan ini menyasar logika atau intelektual audiensi.[9] Misalnya, “Anda tentu tahu bahwa sumber daya alam yang tersedia sangatlah terbatas. Anda dan saya, kita, bisa membuatnya bertahan lebih lama dengan menerapkan program daur ulang".
- Anda bisa mempraktikkan salah satu atau mengombinasikan ketiga pendekatan di atas.
5. Tentukan pokok argumentasi Anda. Setelah memilih pendekatan yang paling tepat untuk jenis audiensi Anda, mulailah memikirkan pokok-pokok argumentasi yang ingin Anda angkat dalam pidato tersebut.- Jumlah pokok argumentasi sangat bergantung pada durasi pidato Anda.[10]
- Secara umum, menyampaikan tiga atau empat pokok argumentasi pun sudah cukup.[11]
- Misalnya, dalam kasus daur ulang, tiga pokok argumentasi Anda adalah: 1. Daur ulang penting untuk menjaga kelangsungan sumber daya alam, 2. Daur ulang mampu mengurangi jumlah limbah, dan 3. Daur ulang adalah opsi yang hemat biaya.
Menulis Pidato
- 1. Buat paragraf pembuka yang kuat. Sebelum mulai mempersuasi audiensi, pastikan Anda membuka pidato dengan cara yang mampu menarik perhatian mereka. Pembuka yang kuat biasanya mengandung lima elemen:[12]
- Mampu menarik perhatian. Ini bisa berupa pernyataan (atau terkadang visualisasi) yang mampu menarik perhatian audiensi. Memulai pidato dengan kejutan atau elemen-elemen dramatis adalah pilihan yang layak Anda coba. Misalnya, Anda bisa memulai pidato dengan memberikan informasi (atau gambar) yang menunjukkan bahwa kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terdekat sudah tidak lagi mencukupi.
- Terhubung dengan audiensi. Artinya, Anda harus menunjukkan “kesamaan” Anda dengan audiensi. Misalnya, tunjukkan bahwa Anda memiliki latar belakang atau kondisi emosional yang sama dengan mereka. Tentu saja elemen ini dapat diwujudkan dengan baik jika Anda sudah mengenal audiensi dengan baik. Misalnya, jika Anda adalah orang tua murid yang berbicara di depan orang tua murid lainnya, cobalah menekankan kepedulian Anda terhadap masa depan anak-anak Anda. Jika Anda dan mereka memiliki ketertarikan atau ideologi yang sama, tekankan pula kesamaan tersebut.
- Menunjukkan kredibilitas Anda. Tunjukkan bahwa Anda memiliki pengetahuan akan topik yang disampaikan. Garisbawahi berbagai penelitian yang sudah Anda lakukan untuk menyempurnakan topik tersebut. Jika Anda memiliki pengalaman personal atau profesional terkait topik tersebut, pastikan Anda juga menyampaikannya. Pada contoh kasus daur ulang, Anda bisa berkata, “Saya sudah menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari isu daur ulang dan jenis program terkait yang tersedia di kota-kota lain”.
- Menekankan tujuan Anda. Jelaskan apa yang Anda harapkan dari pidato tersebut. Misalnya, “Setelah diskusi ini selesai, saya harap Anda semua setuju bahwa kota ini membutuhkan program daur ulang yang diterapkan secara menyeluruh".
- Menunjukkan rencana atau strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Pada akhirnya, sampaikan pokok-pokok argumentasi Anda. Misalnya, “Saya percaya kita harus mulai menerapkan program daur ulang karena tiga alasan berikut ini….”.
2. Tawarkan bukti yang persuasif. Tubuh utama pidato harus berisi uraian pokok-pokok argumentasi Anda. Sederhananya, tubuh pidato harus mampu memberikan penjelasan dan alasan yang mampu menyokong sudut pandang Anda, sekaligus meyakinkan audiensi.- Uraikan pokok-pokok argumentasi Anda dengan logis. Jangan langsung melompat dari pokok argumentasi pertama ke pokok argumentasi kelima, lalu kembali lagi ke pokok argumentasi kedua. Alih-alih, lengkapi uraian pokok argumentasi pertama Anda hingga tuntas, baru gunakan logika penghubung untuk menghubungkannya dengan uraian pokok argumentasi kedua.[13]
- Gunakan sumber yang kredibel untuk mendukung argumentasi Anda. Sekalipun argumentasi Anda bersifat emosional (patos), tetaplah melengkapinya dengan informasi faktual yang mampu memperkuat argumentasi tersebut. Misalnya, “Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Recycling Institute, setiap tahunnya, 16.000 hektar hutan nan indah dihancurkan demi memproduksi kertas”.
- Gunakan contoh nyata yang bisa dengan mudah dipahami oleh audiensi. Argumentasi yang berbasis fakta dan logika (logos) sekalipun, harus memiliki kedekatan dengan hidup dan ketertarikan audiensi. Misalnya, “Di era ekonomi yang menyulitkan ini, saya tahu banyak di antara Anda yang khawatir program daur ulang justru akan meningkatkan pajak Anda. Namun, program ini sudah dimulai oleh kota Springfield tiga tahun yang lalu. Sejauh ini, mereka justru merasakan adanya peningkatan pendapatan dan penurunan pajak".
3.Tanggapi bantahan atau argumentasi yang berbeda. Meski tidak wajib dilakukan, argumentasi Anda akan terdengar lebih kuat jika satu atau dua pokok argumentasi mampu digunakan untuk menanggapi pandangan dari pihak oposisi. Dengan melakukannya, Anda berkesempatan untuk menyikapi bantahan yang mungkin muncul sekaligus memperkuat argumentasi Anda.[14]- Pastikan Anda memberikan tanggapan yang objektif dan tidak bias. Pikirkan apakah kira-kira mereka bisa menerima cara Anda mendeskripsikan posisi mereka dalam isu tersebut. Jika Anda kurang yakin, cari seseorang yang menurut Anda juga berpikir demikian dan tanyakan pendapat mereka.[15]
- Misalnya, sebaiknya Anda tidak berkata, “Orang-orang yang tidak menyetujui program daur ulang memang tidak peduli jika sumber daya – atau uang – yang berharga terbuang”. Deskripsi tersebut terasa tidak objektif dan adil untuk mereka.
- Alih-alih, Anda bisa berkata, “Mereka yang tidak menyetujui program daur ulang cenderung khawatir biayanya justru akan lebih tinggi daripada jika kita menggunakan material baru", lalu cobalah menawarkan pandangan Anda bahwa daur ulang sesungguhnya adalah opsi yang hemat biaya.
Pidato yang bersifat persuasif biasanya bertujuan untuk meyakinkan audiensi agar mau melakukan sesuatu. Apakah Anda seorang aktivis lingkungan yang selalu kesulitan mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya? Atau apakah Anda seorang insan perfilman yang ingin mengajak para penikmat film menonton film Anda? Apa pun tujuan Anda, pidato persuasif adalah jawaban yang tepat. Menyusun pidato yang persuasif yang sukses memang tidak mudah, terutama karena ada banyak elemen yang perlu benar-benar Anda perhatikan. Namun, jangan khawatir! Berbekal latihan dan persiapan yang matang, menyusun pidato persuasif ternyata tidak sesulit yang Anda bayangkan.
Menyiapkan Materi PidatoBagian 1 dari 3:- 1Pelajari topik Anda. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui informasi sebanyak mungkin terkait topik yang akan Anda sampaikan. Jika Anda belum benar-benar memahami topik (misalnya, jika Anda diminta – bukan berinisiatif sendiri – untuk menyampaikannya), pastikan Anda melakukan riset dan mencari informasi sebanyak mungkin sebelum mulai menyusun materi.
- Langkah ini terutama perlu dilakukan jika topik Anda tergolong topik yang kontroversial. Alangkah baiknya jika Anda bisa mengetahui seluruh argumentasi yang mengitari topik tersebut.[1] Argumentasi Anda juga akan terdengar lebih persuasif jika mampu merespons berbagai sudut pandang yang bertentangan.
- Luangkan waktu untuk membaca buku atau artikel terkait topik tersebut. Anda bisa mencarinya di perpustakaan atau internet; yang terpenting, pastikan Anda menggunakan sumber yang tepercaya, seperti artikel yang dikeluarkan oleh organisasi resmi atau informasi dari artikel jurnal.
- Sumber-sumber yang berorientasi pada opini, seperti editorial atau diskusi radio, bisa Anda manfaatkan untuk mempelajari pandangan orang lain terkait topik tersebut. Namun ingat, sumber-sumber tersebut bisa sangat bias karena berorientasi pada opini. Jangan menjadikannya sumber informasi utama Anda![2] Jika Anda memilih untuk -- atau terpaksa -- menggunakannya, pastikan Anda sudah membaca berbagai sudut pandang yang mengitari opini tersebut.
- 2Ketahuilah tujuan Anda. Sangat penting bagi Anda untuk memahami apa yang sesungguhnya ingin Anda capai dari pidato yang Anda sampaikan. Setelah memahaminya, Anda bisa mengarahkan isi pidato agar lebih sesuai dengan tujuan tersebut.[3]
- Jika topik Anda adalah daur ulang, pastikan Anda memiliki latar belakang pengetahuan yang mumpuni mengenai isu daur ulang. Pidato Anda perlu merefleksikan apa yang Anda harapkan dari para audiensi. Apakah Anda ingin mempersuasi audiensi untuk mendukung program daur ulang di kota Anda? Atau apakah Anda ingin meminta mereka memilah-milah sampah berdasarkan bahan materialnya? Keinginan yang berbeda akan menghasilkan pidato yang berbeda. Pastikan Anda sudah mengetahui tujuan Anda sebelum menyampaikan pesan kepada audiensi.
- 3Kenali audiensi Anda. Selain itu, Anda juga perlu memahami sudut pandang dan pengetahuan mereka terhadap topik yang Anda angkat. Pengetahuan ini juga akan sangat memengaruhi isi pidato Anda nantinya.[4]
- Untuk audiensi yang kurang memahami topik, Anda perlu menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan memaparkan lebih banyak latar belakang informasi. Metode tersebut tidak akan bisa Anda terapkan kepada audiensi yang sudah sangat memahami topik; mereka cenderung akan bosan jika Anda terlalu terfokus pada informasi-informasi yang bersifat mendasar.[5]
- Audiensi yang mendukung pandangan Anda akan lebih mudah didorong untuk melakukan aksi tertentu. Anda tidak perlu susah payah menanamkan kebenaran argumentasi Anda kepada mereka; yang terpenting, cukup sampaikan bahwa mereka perlu melakukan sesuatu. Sebaliknya, audiensi yang tidak mendukung pandangan Anda perlu lebih diyakinkan, bahkan untuk sekadar mempertimbangkan pandangan Anda.[6]
- Bayangkan Anda sedang ingin meyakinkan audiensi untuk mendukung program daur ulang di kota Anda. Jika mereka sudah mengerti pentingnya daur ulang, Anda hanya perlu meyakinkan mereka mengenai nilai-nilai spesifik dari program tersebut. Namun, jika mereka tidak peduli atau bahkan menentang kegiatan daur ulang, Anda perlu terlebih dahulu meyakinkan mereka bahwa daur ulang adalah upaya yang layak untuk dilakukan.
- 4Pilih pendekatan persuasif yang tepat. Meski sangat tergantung pada topik dan audiensi Anda, secara umum ada beberapa pendekatan yang bisa Anda gunakan untuk meyakinkan orang lain. Sejak era Yunani kuno, pembicara telah bergantung kepada tiga pendekatan persuasif utama di bawah ini:
- Etos. Pendekatan ini menyasar etika atau moral audiensi.[7] Misalnya, “Daur ulang adalah langkah yang tepat untuk dilakukan. Dengan membuang-buang sumber daya yang terbatas, kita sama saja sedang melakukan tindakan amoral yaitu merampok masa depan para generasi penerus”.
- Patos. Pendekatan ini menyasar emosi audiensi.[8] Misalnya, “Coba pikirkan berapa banyak hewan-hewan di luar sana yang kehilangan rumahnya setiap hari karena pohon-pohon selalu ditebang. Dengan menerapkan program daur ulang, kita bisa menyelamatkan hutan indah yang menjadi rumah mereka”.
- Logos. Pendekatan ini menyasar logika atau intelektual audiensi.[9] Misalnya, “Anda tentu tahu bahwa sumber daya alam yang tersedia sangatlah terbatas. Anda dan saya, kita, bisa membuatnya bertahan lebih lama dengan menerapkan program daur ulang".
- Anda bisa mempraktikkan salah satu atau mengombinasikan ketiga pendekatan di atas.
- 5Tentukan pokok argumentasi Anda. Setelah memilih pendekatan yang paling tepat untuk jenis audiensi Anda, mulailah memikirkan pokok-pokok argumentasi yang ingin Anda angkat dalam pidato tersebut.
- Jumlah pokok argumentasi sangat bergantung pada durasi pidato Anda.[10]
- Secara umum, menyampaikan tiga atau empat pokok argumentasi pun sudah cukup.[11]
- Misalnya, dalam kasus daur ulang, tiga pokok argumentasi Anda adalah: 1. Daur ulang penting untuk menjaga kelangsungan sumber daya alam, 2. Daur ulang mampu mengurangi jumlah limbah, dan 3. Daur ulang adalah opsi yang hemat biaya.
Iklan
Menulis PidatoBagian 2 dari 3:- 1Buat paragraf pembuka yang kuat. Sebelum mulai mempersuasi audiensi, pastikan Anda membuka pidato dengan cara yang mampu menarik perhatian mereka. Pembuka yang kuat biasanya mengandung lima elemen:[12]
- Mampu menarik perhatian. Ini bisa berupa pernyataan (atau terkadang visualisasi) yang mampu menarik perhatian audiensi. Memulai pidato dengan kejutan atau elemen-elemen dramatis adalah pilihan yang layak Anda coba. Misalnya, Anda bisa memulai pidato dengan memberikan informasi (atau gambar) yang menunjukkan bahwa kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terdekat sudah tidak lagi mencukupi.
- Terhubung dengan audiensi. Artinya, Anda harus menunjukkan “kesamaan” Anda dengan audiensi. Misalnya, tunjukkan bahwa Anda memiliki latar belakang atau kondisi emosional yang sama dengan mereka. Tentu saja elemen ini dapat diwujudkan dengan baik jika Anda sudah mengenal audiensi dengan baik. Misalnya, jika Anda adalah orang tua murid yang berbicara di depan orang tua murid lainnya, cobalah menekankan kepedulian Anda terhadap masa depan anak-anak Anda. Jika Anda dan mereka memiliki ketertarikan atau ideologi yang sama, tekankan pula kesamaan tersebut.
- Menunjukkan kredibilitas Anda. Tunjukkan bahwa Anda memiliki pengetahuan akan topik yang disampaikan. Garisbawahi berbagai penelitian yang sudah Anda lakukan untuk menyempurnakan topik tersebut. Jika Anda memiliki pengalaman personal atau profesional terkait topik tersebut, pastikan Anda juga menyampaikannya. Pada contoh kasus daur ulang, Anda bisa berkata, “Saya sudah menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari isu daur ulang dan jenis program terkait yang tersedia di kota-kota lain”.
- Menekankan tujuan Anda. Jelaskan apa yang Anda harapkan dari pidato tersebut. Misalnya, “Setelah diskusi ini selesai, saya harap Anda semua setuju bahwa kota ini membutuhkan program daur ulang yang diterapkan secara menyeluruh".
- Menunjukkan rencana atau strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Pada akhirnya, sampaikan pokok-pokok argumentasi Anda. Misalnya, “Saya percaya kita harus mulai menerapkan program daur ulang karena tiga alasan berikut ini….”.
- 2Tawarkan bukti yang persuasif. Tubuh utama pidato harus berisi uraian pokok-pokok argumentasi Anda. Sederhananya, tubuh pidato harus mampu memberikan penjelasan dan alasan yang mampu menyokong sudut pandang Anda, sekaligus meyakinkan audiensi.
- Uraikan pokok-pokok argumentasi Anda dengan logis. Jangan langsung melompat dari pokok argumentasi pertama ke pokok argumentasi kelima, lalu kembali lagi ke pokok argumentasi kedua. Alih-alih, lengkapi uraian pokok argumentasi pertama Anda hingga tuntas, baru gunakan logika penghubung untuk menghubungkannya dengan uraian pokok argumentasi kedua.[13]
- Gunakan sumber yang kredibel untuk mendukung argumentasi Anda. Sekalipun argumentasi Anda bersifat emosional (patos), tetaplah melengkapinya dengan informasi faktual yang mampu memperkuat argumentasi tersebut. Misalnya, “Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Recycling Institute, setiap tahunnya, 16.000 hektar hutan nan indah dihancurkan demi memproduksi kertas”.
- Gunakan contoh nyata yang bisa dengan mudah dipahami oleh audiensi. Argumentasi yang berbasis fakta dan logika (logos) sekalipun, harus memiliki kedekatan dengan hidup dan ketertarikan audiensi. Misalnya, “Di era ekonomi yang menyulitkan ini, saya tahu banyak di antara Anda yang khawatir program daur ulang justru akan meningkatkan pajak Anda. Namun, program ini sudah dimulai oleh kota Springfield tiga tahun yang lalu. Sejauh ini, mereka justru merasakan adanya peningkatan pendapatan dan penurunan pajak".
- 3Tanggapi bantahan atau argumentasi yang berbeda. Meski tidak wajib dilakukan, argumentasi Anda akan terdengar lebih kuat jika satu atau dua pokok argumentasi mampu digunakan untuk menanggapi pandangan dari pihak oposisi. Dengan melakukannya, Anda berkesempatan untuk menyikapi bantahan yang mungkin muncul sekaligus memperkuat argumentasi Anda.[14]
- Pastikan Anda memberikan tanggapan yang objektif dan tidak bias. Pikirkan apakah kira-kira mereka bisa menerima cara Anda mendeskripsikan posisi mereka dalam isu tersebut. Jika Anda kurang yakin, cari seseorang yang menurut Anda juga berpikir demikian dan tanyakan pendapat mereka.[15]
- Misalnya, sebaiknya Anda tidak berkata, “Orang-orang yang tidak menyetujui program daur ulang memang tidak peduli jika sumber daya – atau uang – yang berharga terbuang”. Deskripsi tersebut terasa tidak objektif dan adil untuk mereka.
- Alih-alih, Anda bisa berkata, “Mereka yang tidak menyetujui program daur ulang cenderung khawatir biayanya justru akan lebih tinggi daripada jika kita menggunakan material baru", lalu cobalah menawarkan pandangan Anda bahwa daur ulang sesungguhnya adalah opsi yang hemat biaya.
- 4Lengkapi dengan panggilan aksi (call to action). Di bagian kesimpulan, Anda harus mengingatkan audiensi mengenai apa yang sudah Anda sampaikan sebelumnya. Anda juga harus menyampaikan ekspektasi Anda dengan jelas.
- Jangan hanya mengulangi perkataan Anda. Alih-alih, gunakan kesempatan ini untuk menekankan bagaimana topik utama mampu mendukung panggilan aksi Anda. Misalnya, “Kesimpulannya, saya tadi sudah menjelaskan mengenai (pokok argumentasi a, b, dan c). Ketiganya merupakan fakta tak terbantahkan bahwa program daur ulang adalah langkah paling etis dan realistis yang bisa kita ambil untuk menjaga kelangsungan masa depan lingkungan. Teman-teman sekalian, tolong tunjukkan keterlibatan Anda dengan memberikan suara Anda kepada program ini pada bulan November”.
Menyampaikan PidatoBagian 3 dari 3: - 1. Latih pidato Anda. Agar pidato Anda tersampaikan dengan baik pada hari-H, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah berlatih, berlatih, dan berlatih sesering mungkin.
- Cobalah berlatih di depan cermin, sehingga Anda bisa melihat ekspresi wajah Anda ketika sedang berpidato. Metode ini membantu Anda untuk menyadari ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang Anda gunakan ketika berbicara. Dengan demikian, Anda bisa menemukan letak kekurangan Anda yang perlu diperbaiki.[16]
- Misalnya, Anda akan menyadari bahwa Anda terlalu sering membungkuk atau memegang kerah ketika berbicara. Kedua kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa Anda kurang percaya diri.
- Alangkah baiknya jika Anda mau merekam diri Anda sendiri setelahnya. Metode ini membantu Anda untuk meihat (dan mendengar) kekurangan Anda.[17] Ada beberapa keuntungan yang Anda dapatkan dari merekam diri sendiri: hasil rekaman memiliki audio dan fokus Anda tidak perlu terganggu ketika sedang merekam (berbeda dengan jika Anda mengevaluasi diri di depan kaca).
- Setelah berlatih sendiri beberapa kali, cobalah berpidato di depan sekelompok sahabat atau kerabat Anda. Setelah itu, mintalah umpan balik mereka.[18]
Soal Latihan " Teks Diskusi " _ PJJ Bahasa Indonesia Kelas IX. CDEF _ Selasa, 19-1-2021
1. Simak kutipan teks berikut! Hari valentine atau Valentine Day agaknya tidak asing lagi di kalangan remaja. Bahkan tidak sedikit di anta...
-
Asalamualaikum Wr. Wb. Anak-anak materi dan tugas pjj bahasa Indonesia hari ini Senin, 7 September 2020 sebagai berikut: 1. Tuliskan Lapor...
-
Assalamualaikum Wr. Wb. Anak-anak, Kelas IXC s.d. IXF, silakan baca materi di bawah ini! 1. Tuliskan pokok-pokok isinya! 2. Semua hasil peke...
-
Assalamualaikum Wr. Wb. Anak-anak, laksanakan kegiatan berikut ini! 1. Bacalah materi pokok bahasa Indonesia semester genap yang meliputi b...























